MEDIA DINAMIKA KEBERANIAN
DaftarIndeks

LAPORAN KHUSUS Membaca Paradoks Perumda Sirin Meragun: Laba Bersih Melejit di Tengah Deretan Kendala Teknis Distribusi

(Foto/Visual pendukung dalam berita ini dihasilkan melalui teknologi AI/Kecerdasan Buatan).

SEKADAU,nuansatajamberani.com– Sabtu, 23 Mei 2026 – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sirin Meragun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyediaan layanan air bersih di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mencatatkan lonjakan performa finansial yang signifikan sepanjang tahun buku 2024.

​Berdasarkan dokumen Laporan Laba Rugi resmi yang berhasil dihimpun tim redaksi, entitas ini membukukan pertumbuhan laba bersih di atas 200 persen. Namun, pencapaian impresif di atas kertas ini dinilai kontras dengan kondisi di lapangan.Publik masih kerap menyoroti adanya gangguan distribusi yang diduga kuat dipicu oleh kendala teknis dan kebocoran infrastruktur pipa utama yang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat konsumen.

Efisiensi Biaya Dongkrak Profitabilitas
​Secara fundamental, grafik pendapatan usaha Perumda Sirin Meragun menunjukkan tren positif.Penjualan komoditas air pada tahun 2024 mencapai Rp13.167.975.540, tumbuh dari realisasi tahun 2023 yang sebesar Rp12.870.791.700.Ditambah dengan sektor pendapatan non-air atau pendapatan lain-lain senilai Rp403.698.944, total pendapatan usaha yang dikantongi perusahaan melonjak menjadi Rp13.571.674.484.​Angka pendapatan tersebut diindikasikan merefleksikan adanya ekspansi serapan pasar atau langkah optimalisasi pelayanan di wilayah Kota Sekadau dan sekitarnya, termasuk cakupan wilayah kecamatan seperti Nanga Taman dan Sekadau Hulu.

​Keberhasilan Perumda Sirin Meragun mendongkrak profitabilitas ini disokong oleh efisiensi ketat pada struktur biaya operasional.Dokumen audit menunjukkan total beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp12.604.291.054 pada tahun 2024, berbanding Rp12.814.627.479 pada tahun sebelumnya.Penurunan ini dipicu oleh pemangkasan pada pos Beban Operasional yang mencatatkan angka Rp2.541.603.727, turun dari tahun 2023 yang sempat mencapai Rp2.924.713.800.Sementara itu, dua pos lainnya relatif stabil, yakni Beban Pegawai Umum dan Administrasi sebesar Rp2.889.198.667 serta Beban Penyusutan (non-kas) senilai Rp5.813.348.551.

​Melalui formula penekanan beban tersebut, Laba Operasional Perumda tercatat melonjak menjadi Rp967.383.430.Kendati tergerus oleh pos rugi beban lain-lain neto sebesar Rp105.611.204, perusahaan tetap mengunci nilai Laba Bersih Tahun Berjalan di angka Rp861.772.226 per 31 Desember 2024.Hasil ini mengonfirmasi status korporasi yang sehat secara akuntansi formal, melampaui raihan bersih tahun 2023 yang menyentuh Rp265.461.854.

​Keluhan Publik dan Langkah Mitigasi Hukum
​Kendati mencatatkan rapor keuangan yang impresif, aspek operasional pelayanan publik Perumda Sirin Meragun ditengarai masih menghadapi tantangan teknis lapangan.Salah satu problem yang kerap dikeluhkan warga adalah gangguan distribusi akibat kebocoran jaringan pipa.Insiden pecahnya pipa induk berdiameter 400 MM di kawasan Mungguk Agur menjadi salah satu peristiwa yang memaksa manajemen melakukan penghentian aliran air total secara mendadak demi masa perbaikan.Kejadian berulang seperti ini diduga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kepastian waktu jaminan normalisasi aliran air harian.

​Di sisi manajemen risiko formal, korporasi juga tercatat telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Sekadau di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN).Langkah ini diidentifikasi sebagai upaya mitigasi hukum berkala terkait regulasi, pengawasan aset, maupun bentuk antisipasi terhadap potensi sengketa hukum di masa depan yang hingga kini memerlukan transparansi lebih lanjut kepada publik.

BAHAN PERTANYAAN PUBLIK & UJI KONFIRMASI
​(Perspektif Jurnalisme Etis berdasarkan Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik terkait Pengujian Informasi dan Keseimbangan Berita)
​Untuk memenuhi hak jawab serta menguji transparansi secara objektif,

berikut adalah poin-poin pertanyaan kritis yang diajukan redaksi kepada Direksi Perumda Sirin Meragun, Dewan Pengawas BUMD, dan Pemerintah Kabupaten Sekadau selaku pemilik modal:

1.Realisasi Alokasi Anggaran Pemeliharaan: Di tengah lonjakan laba bersih hingga Rp861 juta dan keberhasilan menekan beban operasional, mengapa kendala teknis seperti kebocoran pipa induk 400 MM di Mungguk Agur masih terjadi?

2.Apakah efisiensi biaya operasional tersebut berdampak pada alokasi belanja material pemeliharaan jaringan pipa?

​3.Sinkronisasi Data Kehilangan Air (Non-Revenue Water): Berapa persentase tingkat kebocoran air fisik (NRW) sepanjang tahun 2024?

4.Bagaimana manajemen menjelaskan peningkatan pendapatan air di tengah keluhan warga mengenai hambatan distribusi di wilayah pelayanan Sekadau, Nanga Taman, dan Sekadau Hulu?

​Urgensi Kerja Sama Hukum (MoU) dengan Kejaksaan Negeri: Apa latar belakang mendasar di balik penandatanganan kerja sama DATUN dengan Kejari Sekadau?

5.Apakah terdapat penanganan masalah hukum, sengketa lahan sumber air baku, atau manajemen piutang pelanggan tertentu yang sedang berjalan?

​6.Transparansi Kebijakan Kehumasan: Mengapa Perumda belum membangun sistem peringatan dini berbasis teknologi (SMS/WhatsApp Gateway) langsung ke nomor pelanggan agar asas keterbukaan informasi pelayanan publik dapat terpenuhi secara merata dan inklusif?

​Catatan Redaksi:
Seluruh data angka bersumber langsung dari dokumen neraca komparatif Laporan Laba Rugi Perumda Sirin Meragun periode 2023–2024.

Narasi ini disusun dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan kepentingan publik terhadap akses keterbukaan informasi BUMD tanpa itikad buruk.

Redaksi membuka ruang konfirmasi dan Hak Jawab seluas-luasnya bagi pihak manajemen Perumda Sirin Meragun guna menjaga keberimbangan dan akurasi berita.

​Media Dinamika Keberanian:RM NTB
(Foto/Visual pendukung dalam berita ini dihasilkan melalui teknologi AI/Kecerdasan Buatan).


PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *