LANDAK,nuansatajamberani.com – Senin 31 Agustus 2026 – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berskala masif yang kembali menggurita di kawasan Hutan Produksi Sungai Lampu, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, tidak lagi sekadar persoalan tambang liar biasa.
Temuan investigasi Tim Monitor Kalbar dari LMPN per 13 Agustus 2026 yang mendapati sejumlah alat berat beroperasi secara leluasa mengindikasikan adanya kekuatan besar yang membekingi, serta menguatkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis oleh oknum aparat penegak hukum Setempat.
Keterlibatan Oknum dan Indikasi Pembiaran Terselubung
Beroperasinya alat berat dalam jumlah besar di kawasan hutan negara mustahil terjadi tanpa sepengetahuan atau “lampu hijau” dari pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh.
Publik mendesak agar investigasi tidak hanya menyasar para pekerja lapangan, melainkan segera membongkar jaringan pemodal serta oknum-oknum aparat penegak hukum yang diduga memberikan jaminan keamanan bagi aktivitas ilegal tersebut.
Lemahnya tindakan preventif hingga lambannya penindakan di lapangan memunculkan asumsi publik bahwa terdapat dugaan pembiaran terstruktur yang membuat para pelaku merasa kebal hukum dan leluasa merusak lingkungan hidup.
Desakan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Transparansi Penindakan: Polda Kalbar dan Gakkum KLHK dituntut bertindak tegas tanpa tebang pilih untuk memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang disebut-sebut melindungi aktivitas tambang ilegal ini.
Asas Praduga Tak Bersalah: Kendati menjunjung tinggi prinsip presumption of innocence dan hak jawab bagi pihak yang namanya terseret, penegak hukum harus tetap bekerja secara profesional guna menguji aliran dana serta keterlibatan aktor intelektual di balik layar.
Akuntabilitas Publik: Publik akan terus mengawal proses hukum ini agar berjalan transparan dan membongkar tuntas akar permasalahan tanpa ada yang dilindungi.
MEDIA DINAMIKA KEBERANIAN : RM.,C.JI.,C.LWI.,NTB
Sumber : Dikutip dari Sungai Pinyuh Berbagi berita
(Catatan: Visual penunjang diproses menggunakan teknologi AI).







