KETAPANG,nuansatajamberani.com-Jum”at 12 Juni 2026-Provinsi Kalimantan Barat,Kembalinya operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.788.16 di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, memicu sorotan tajam dan protes dari masyarakat setempat.
SPBU tersebut diketahui kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat ditutup sementara untuk menjalani masa pemeliharaan (maintenance) oleh pihak Pertamina Patra Niaga.
Langkah pembukaan kembali ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.
Pasalnya, operasional stasiun pengisian tersebut dipulihkan di tengah rentetan keluhan warga dan dugaan pelanggaran berat terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang hingga kini belum tuntas diusut.
Kasus ini dinilai menjadi ujian berat sekaligus momentum pembuktian kompetensi serta integritas bagi instansi terkait dan pihak berwenang yang mengawasi sektor migas.
Publik mendesak adanya tindakan tegas serta pengawasan yang jauh lebih ketat guna menutup celah penyalahgunaan wewenang di internal lembaga pengawas.
Selain itu, desakan agar lembaga antirasuah seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan langsung mengusut tuntas indikasi praktik penyelewengan di tubuh Pertamina ini terus menguat di kalangan masyarakat.
Upaya Keseimbangan Berita
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan verifikasi dan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.
Pendalaman ini dilakukan guna mengusut dugaan latar belakang penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU tersebut, yang diduga kuat dialokasikan untuk menyuplai aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kabupaten Ketapang.
Upaya konfirmasi ini terus berjalan demi menjaga keberimbangan informasi (cover both sides) serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, agar publik mendapatkan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang.
Media Dinamika Keberanian: RM.NTB
Sumber: Aduan Masyarakat dan Mitra Media
Catatan: Ilustrasi visual berita ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).







