SEKADAU,nuansatajamberani.com-Selasa, 9 Juni 2026-Laporan laba rugi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Bersih Sirin Meragun Kabupaten Sekadau untuk tahun buku 2023–2024 menunjukkan performa keuangan yang positif.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Sekadau ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan pada tahun anggaran 2024.
Berdasarkan dokumen laporan keuangan resmi yang diperoleh redaksi, Perumda Sirin Meragun mencatatkan laba bersih sebesar Rp 861.772.226 pada tahun 2024. Angka ini meningkat tajam sebesar 224% dibandingkan laba bersih tahun 2023 yang berada di angka Rp 265.461.854.
Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha yang mencapai Rp 13,57 miliar pada 2024, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 13,15 cache miliar.
Di sisi lain, pihak manajemen berhasil melakukan efisiensi dengan menekan Jumlah Beban Usaha dari Rp 12,81 miliar (2023) menjadi Rp 12,60 miliar (2024).
Beban Penyusutan Rp 5,8 Miliar Memantik Perhatian Publik
Meskipun mencatatkan tren keuangan yang positif, rincian beban usaha Perumda Sirin Meragun memantik perhatian dan analisis dari sejumlah elemen masyarakat.
Salah satu komponen biaya yang dinilai cukup kontras adalah Beban Penyusutan aset yang mencapai Rp 5.813.348.551 pada tahun 2024.
Nilai penyusutan tersebut menjadi porsi terbesar dalam struktur beban usaha perusahaan, bahkan melampaui beban operasional (Rp 2,54 miliar) dan beban pegawai umum/administrasi (Rp 2,88 miliar).
Beberapa pihak di masyarakat mempertanyakan besaran angka penyusutan tersebut.
Hal ini mengingat usia infrastruktur jaringan air bersih Meragun diperkirakan baru berjalan sekitar 15 hingga 16 tahun, dengan kondisi perbaikan fisik di lapangan yang dinilai tidak terjadi secara masif di seluruh wilayah distribusi.
Sorotan Konsumen Terkait Skema Tarif Air Progresif
Selain persoalan beban penyusutan, keluhan mengenai kewajaran biaya dasar air dan penerapan tarif progresif juga mencuat ke permukaan.
Sejumlah pelanggan, khususnya dari kalangan pelaku usaha, menilai struktur tarif air saat ini dirasa cukup membebani.
Sistem akumulasi tarif yang menetapkan biaya per kubik lebih tinggi seiring dengan meningkatnya volume pemakaian, dinilai kurang mendukung efisiensi operasional usaha.
Akibat skema tarif ini, berkembang tren di mana sebagian pelaku usaha skala besar menyiasatinya dengan memasang beberapa titik meteran air (paralel) di satu lokasi, karena akumulasi biayanya dianggap lebih murah dibanding menggunakan satu meteran dengan volume pemakaian tinggi.
Mengenai biaya perawatan fisik, pergantian jaringan pipa, atau kerusakan paralon di beberapa lokasi, manajemen Perumda Sirin Meragun melaporkannya pada pos Beban Pemeliharaan.
Pos biaya ini tercatat sebesar Rp 204.167.111 pada tahun 2024, mengalami kenaikan dari tahun 2023 yang sebesar Rp 149.338.937.
Penjelasan Teknis Regulasi Akuntansi
Berdasarkan standar regulasi akuntansi korporasi, besarnya angka beban penyusutan (depresiasi) pada perusahaan daerah umumnya berkorelasi langsung dengan kalkulasi nilai total kapitalisasi aset tetap yang dimiliki seperti instalasi pengolahan air (IPA), jaringan pipa induk, mesin pompa raksasa, serta bangunan operasional bukan berdasarkan realisasi anggaran perbaikan fisik di lapangan setiap tahunnya.
Dokumen laporan laba rugi tersebut telah ditandatangani secara resmi oleh Direktur Perumda Sirin Meragun, Yok Kelak, S.T., sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen atas kinerja keuangan perusahaan kepada publik dan Pemerintah Daerah selaku pemilik modal.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak manajemen Perumda Sirin Meragun serta Dewan Pengawas.
Langkah ini dilakukan guna mendapatkan rincian Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) terkait detail aset-aset yang menyerap angka penyusutan tersebut, sekaligus mengklarifikasi keluhan pelanggan terkait struktur tarif air demi asas transparansi informasi publik.
Media Dinamika Keberanian:RM.NTB
Sumber: Masyarakat Setempat.
Catatan: Ilustrasi visual berita ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).







