KETAPANG,nuansatajamberani.com-Sabtu 20 Juni 2026-Provinsi Kalimantan Barat,Respons cepat ditunjukkan oleh jajaran Polsek Nanga Tayap bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) menyusul keresahan masyarakat terkait dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Petugas gabungan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik yang sempat viral di media sosial, Jumat (19/6/2026).
Langkah preventif ini diambil untuk menguji kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat sekaligus memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Nihil Penimbunan di Lokasi Viral, Hanya Ditemukan Drum Kosong
Sidak pertama menyasar dua lokasi yang santer dituding netizen sebagai tempat penimbunan BBM subsidi, yaitu kediaman atau gudang milik warga berinisial S dan I.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik di lapangan, petugas menyatakan tidak menemukan adanya aktivitas penimbunan skala besar sebagaimana isu yang berkembang. Di lokasi tersebut, tim gabungan hanya mendapati:
Beberapa drum dalam kondisi kosong.
Satu drum berisi BBM jenis Pertamax (non-subsidi).
Tidak ada indikasi penyimpanan solar atau pertalite subsidi yang menyalahi aturan.
Meski demikian, penemuan drum-drum kosong ini tetap memicu pertanyaan dan perhatian dari masyarakat yang berharap pengawasan dilakukan secara berkala, bukan hanya saat isu mencuat ke publik.
Antisipasi ‘Main Mata’, SPBU Diperingatkan Keras
Menindaklanjuti keluhan warga mengenai modus lansir BBM, Kapolsek Nanga Tayap AKP Bagus Tri Baskoro bersama rombongan melanjutkan penyisiran ke SPBU Sungai Beliung dan SPBU Dea Sepakat Jaya.
Di kedua lokasi tersebut, pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada pengelola SPBU agar memperketat pengawasan internal.
”Kami menegaskan kepada pengelola SPBU agar tidak lagi melayani pembelian BBM dalam jumlah berlebihan, khususnya yang menggunakan drum, jerigen, maupun kendaraan yang tangkinya telah dimodifikasi,” tegas AKP Bagus Tri Baskoro, mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris.
Langkah tegas ini dinilai krusial oleh pengamat lokal, mengingat celah penyelewengan BBM subsidi sering kali terjadi akibat lemahnya pengawasan di operator tingkat bawah (SPBU).
Data Stok BBM di SPBU Sungai Beliung (Per 19 Juni 2026)
Untuk meredam kepanikan warga (panic buying), pihak kepolisian merilis data ketersediaan bahan bakar yang dipastikan masih mencukupi:
Jenis BBMJumlah StokStatus
Pertalite8.000 LiterAman
Pertamax4.000 LiterAman
Biosolar16.000 LiterAman
Komitmen Patroli Rutin dan Catatan bagi Penegak Hukum
Kapolsek Nanga Tayap menambahkan bahwa ke depan, pihaknya lewat unit Bhabinkamtibmas akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi mengenai regulasi hukum pidana bagi pelaku penimbunan BBM subsidi.
Publik kini bertumpu pada janji aparat penegak hukum agar pengawasan ini tidak bersifat momentum atau sekadar “pemadam kebakaran” saat ada isu viral saja.
Konsistensi patroli rutin dan transparansi penindakan di lapangan menjadi kunci utama agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Media Dinamika Keberanian:RM.NTB
Catatan: Ilustrasi visual infografis berita ini menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).







