BENGKAYANG,nuansatajamberani.com – Rabu 14 Oktober 2026 Provinsi Kalimantan Barat -Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Tiga pekerja dilaporkan tertimbun longsor saat beraktivitas di dalam lubang galian tambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan yang dikenal warga sebagai Mas Mining Kabang, Kecamatan Lembah Bawang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, material tanah mendadak runtuh dan menimbun para pekerja yang sedang berada di kedalaman lubang. Tiga korban diduga berasal dari tiga wilayah berbeda, yaitu Dusun Pakeng (Desa Bakti Mulya, Kecamatan Bengkayang), kawasan Temiris, serta wilayah Banyuke.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung secara swadaya dengan melibatkan warga sekitar dan sesama pekerja di lokasi. Sementara itu, kepastian identitas resmi seluruh korban masih menunggu konfirmasi penuh dari pihak berwenang.
Dugaan Pemilik Tambang dan Ujian Asas Praduga Tak Bersalah
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, rumor mengenai aktor di balik operasional tambang ilegal tersebut mulai mengemuka. Informasi di lapangan mengaitkan lokasi PETI tersebut dengan seseorang berinisial TN, yang disinyalir berperan sebagai pemilik atau pengelola kegiatan tersebut.
Guna menjunjung asas praduga tak bersalah dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, kepastian keterlibatan maupun status hukum nama yang bersangkutan masih memerlukan pembuktian dan penyelidikan mendalam dari aparat penegak hukum.
Redaksi juga terus berupaya membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan berita.
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang dilaporkan telah bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan bukti teknis, serta melakukan penanganan awal.
Nyawa Melayang di Dinding Galian Maut
Peristiwa tragis di Lembah Bawang ini kembali membuka tabir kelam risiko mematikan dalam aktivitas pencarian emas secara ilegal. Praktik penggalian tanpa perencanaan teknis, minimnya standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta dinding galian curam yang labil kerap mengubah lubang mata pencaharian menjadi kuburan massal.
Berulangnya tragedi di lokasi PETI wilayah Bengkayang menegaskan bahwa ini bukan sekadar musibah alam biasa. Fenomena berulang ini mengindikasikan adanya celah serius dalam pengawasan wilayah serta efektivitas penegakan hukum di lapangan.
Ketegasan Aparat dan Solusi Nyata Pemerintah Ditagih
Tragedi Kabang tidak boleh berhenti pada proses evakuasi korban dan retorika penanganan sementara. Ketegasan serta komitmen nyata dari jajaran penegak hukum dan pemerintah daerah kini ditagih melalui tiga langkah mendesak:
MEDIA DINAMIKA KEBERANIAN : RM.,C.J.S.,C.JI.,C.LWI.,
Sumber : Dikutip Tim Investigasi Mitra Media






