SINTANG,nuansatajamberani.com – Rabu 30 September 2026 Provinsi Kalimantan Barat – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menuai sorotan tajam di tengah masyarakat. Di saat kebutuhan energi menjadi penopang utama urat nadi ekonomi rakyat, warga justru dihadapkan pada kenyataan pahit: kelangkaan pasokan dan lonjakan harga yang kian mencekik.
Keluhan ini salah satunya disuarakan oleh warga Kabupaten Sintang yang secara terbuka mempertanyakan efektivitas pengawasan dari pihak berwenang. Ungkapan kekecewaan tersebut mencerminkan keresahan mendalam yang dirasakan di akar rumput. Kemana 40 Anggota DPRD Sintang ditengah Harga BBM Subsidi Rp.dua puluh Ribu /Liter di wilayah tersebut ???
”Nuan tenang bayah baper, cuma betanyak jak bah. Kehadiran sidak-duan sangat diperlukan saat seperti ini, bukan hanya saat Pemilu, tolong gunakan tupoksinya. Dalam kota jak dah Rp20.000 per liter, apalagi di luar kota…”
Pernyataan tersebut menyoroti sejumlah poin krusial yang menuntut perhatian serius:
Harga Melonjak Drastis: Di wilayah perkotaan saja, harga BBM dilaporkan telah menyentuh angka Rp20.000 per liter. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran yang jauh lebih besar terhadap nasib warga di daerah pedalaman, perbatasan, dan luar kota.
Tuntutan Tupoksi Pemangku Kebijakan: Publik mendesak agar instansi terkait dan para pejabat tidak hanya aktif turun ke lapangan saat momentum politik atau pemilu semata, melainkan konsisten menjalankan fungsi pengawasan demi kepentingan rakyat.
Desakan Aksi Nyata: Masyarakat menuntut adanya operasi pasar, penertiban rantai distribusi, serta peninjauan langsung secara berkala guna menekan spekulasi harga yang memberatkan beban ekonomi harian.
Kacamata Berimbang: Menakar Akar Persoalan
Sebagai bentuk keberimbangan informasi (cover both sides), gejolak harga dan kelangkaan BBM di daerah sering kali dipicu oleh sejumlah faktor kompleks. Mulai dari tantangan geografis dan hambatan infrastruktur logistik di wilayah tertentu, keterbatasan kuota distribusi bersubsidi, hingga potensi adanya rantai distribusi yang tidak tepat sasaran atau penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kendati demikian, alasan teknis tidak boleh terus-menerus menjadi pembenaran atas kesulitan yang ditanggung masyarakat. Negara, melalui badan pengatur dan aparat penegak hukum, memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan energi berkeadilan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.
Hingga berita ini diturunkan, ruang publik masih menanti langkah taktis, transparan, andal, serta gerak cepat dari pihak berwenang untuk memulihkan stabilitas harga dan ketersediaan BBM di pasaran.
MEDIA DINAMIKA KEBERANIAN : RM.,C.J.S.,C.JI.,C.LWI.,
Sumber : Dikutip Akun Fb Sintang Informasi






